Diskusi Data
Berbagai Artikel yang harus Dibaca

ini lah Me Time yang Terbaik untuk Anda Lakukan

Me-time bukan berarti meniadakan atau menomorduakan kebutuhan anak-anak. Me-time adalah merawat diri sendiri sambil tetap memenuhi kebutuhan anak-anak.

Tidak sedikit orangtua yang beranggapan bahwa menjadi orangtua itu berarti berkorban bagi anak-anaknya. Hampir sepanjang waktu untuk anak. Memanjakan diri sendiri dianggap bukan hanya kemewahan yang sulit didapat, bahkan dianggap tindakan egois yang tidak perlu, bahkan seakan-akan berdosa. Kalau Anda menawari kupon gratis untuk berlibur seminggu kepada seorang ibu yang baik, besar kemungkinan ia akan menolaknya dengan alasan, “Saya tidak mungkin meninggalkan anak-anak saya.” Seluruh hariharinya hanya untuk anak-anaknya. 

Di masa sekarang, ada juga orangtua yang mulai memperhatikan dirinya, karena mereka sadar bahwa jika dirinya tidak bahagia, maka ia pun tidak mungkin mampu membahagiakan anak-anaknya. Hanya saja, ada pula orangtua yang sengaja berlibur dan mencari fasilitas yang bisa merawat anak-anak mereka seharian sehingga ia bisa melakukan petualangan sendiri. Ini agak menyedihkan, anak-anak sangat ingin ditemani orangtuanya ketika berlibur. Dan orangtua terbaik memahami bahwa waktu terbaik adalah yang dilakukan bersama-sama dengan anaknya, karena itu jauh lebih menyenangkan dibandingkan apa pun yang mereka lakukan sendiri.

Persis seperti waktu berkualitas di atas, saya tidak menyarankan agar Anda tak perlu punya waktu untuk memanjakan diri sendiri atau berdua dengan pasangan Anda. Kalau Anda meninggalkan anak seharian di hotel pada satu periode liburan panjang dan mereka dapat menerimanya, maka itu baik-baik saja.
Tetapi itu bukan me-time yang sesungguhnya. Me-time adalah bonus yang Anda dapatkan pada hari-hari biasa setelah anak-anak tidur siang, atau ketika mereka sudah berangkat sekolah (kalau Anda seorang ibu yang tidak bekerja di luar rumah), atau di akhir pekan ketika pasangan Anda melakukan berbagai tugas rumah tangga sehingga Anda bisa istirahat barang satu dua jam.

Ketika Anda memutuskan untuk memiliki anak-anak, berarti Anda sudah menyerahkan hak untuk mendapat me-time. Tentu Anda tidak dapat berkata kepada anak bahwa mereka tidak bisa ikut les balet karena kelas mereka bertepatan dengan kelas Anda ikut yoga. Atau Anda berkata kepada anak-anak untuk menitipkan mereka kepada tetangga atau teman karena Anda dan pasangan hendak cuti sebentar untuk bulan madu ke tiga.

Tentu saja Anda bisa menyewa baby sitter dan pergi berduaan dengan suami di malam hari. Dan Anda juga selalu dapat berkata kepada anak, “ Sebentar ya, Mama mau minum teh hangat dulu, dan duduk sebentar di sofa.” Itulah me-time harian.
Me-time bukan berarti meniadakan atau menomorduakan kebutuhan anak-anak. Me-time adalah merawat diri sendiri sambil tetap memenuhi kebutuhan anak-anak.

Sebaliknya, jika Anda tidak pernah merawat diri sendiri, tidak pernah melakukan me-time, maka Anda mengirim pesan yang sangat jelas kepada anak-anak: bahwa kehidupan Anda (kehidupan dirinya) adalah nomor yang kesekian dibandingkan kehidupan orang lain, termasuk orang-orang terdekat dan tersayang. Tentu pesan semacam ini tidak akan membuat anak berbahagia. Dan tentu Anda juga tidak ingin menyemaikan nilai seperti itu ke dalam jiwa anak Anda.

Yang baik bagaimana…. ?  
Waktu luang bersama dengan anak itu memang mangasyikkan, kalau Anda bisa mendapatkannya, tetapi itu bukan prioritas. Kalau begitu, berapa banyak waktu yang mesti sisihkan untuk bermain bersama anak-anak, dan apa yang mesti Anda lakukan di waktu senggang itu?

Di sinilah keuntungannya memiliki lebih dari satu anak. Tentu saja, kerepotan berlipat ganda, juga pertengkaran antar saudara, tetapi secara umum, anak-anak bisa saling menghibur, bisa bermain dengan saudaranya.

Apabila Anda hanya mempunyai satu anak (atau lebih dari satu, tetapi jarak usianya sangat jauh sehingga mereka tidak bisa menjadi teman bermain), maka setiap kali mereka ingin kawan bermain, diri Andalah yang mesti menjadi teman mainnya. Kalau ia ingin seseorang berpura-pura menjadi monster atau dinosaurus, ya itu tugas Anda. Atau jika ia hendak membangun markas dari selimut, ya itu diserahkannya kepada Anda.

Sangat baik jika anak-anak bermain dengan orangtuanya, tetapi jauh lebih baik jika mereka bermain dengan anak-anak sebayanya. Tentu saja, anak-anak juga membutuhkan waktu bersama dengan Anda, tetapi mereka sudah mendapatkannya ketika mandi pagi, sarapan, makan siang, makan malam, dan banyak rutinitas lainnya. Bermain adalah aktivitas yang lebih baik dilakukan bersama dengan anak-anak seumuran anak.

Seberapa kerasnya Anda mencoba, Anda tidak bisa memberi anak berumur lebih dari 18 bulan lebih dari yang bisa diberikan oleh teman-temannya ketika bermain. Bahkan jika Anda mampu menahan diri untuk tidak memimpin saat bermain dengan anak, tetap saja pengalaman bermain dengan anak sebaya jauh lebih bermanfaat daripada bermain dengan orangtuanya. Anak-anak bukan hanya belajar berbagi, tetapi juga belajar menyelesaikan perbedaan di antara mereka, saling mendengarkan ide masing-masing, menahan diri untuk tidak bersikap bossy, dan semua kecakapan sosial yang penting.

Kita orangtua tidak dapat membantu anak dalam hal itu. Secerdas apa pun diri Anda, tentu Anda tidak peduli siapa yang dapat lego biru dan siapa yang dapat lego merah. Anda tentu juga tidak mampu menentukan peringkat anak-anak itu, dan menentukan siapa mesti bermain seperti apa. Bahkan jika Anda turut campur mengambil keputusan, tentulah keputusan Anda masuk akal dan logis, yang jelas keputusan Anda itu bukan seperti pemikiran anak-anak.

Apa yang bisa dilakukan oleh orangtua cerdas jika anaknya hanya satu adalah membiarkan anaknya menghabiskan dengan anak-anak lainnya sesering mungkin. Atau memasukkannya ke taman bermain atau penitipan anak, mengundang teman-temannya untuk bermain ke rumah, dan membolehkan anak-anak tetangga bergantian bermain di rumah Anda. 

Jika Anda mempunyai lebih dari satu anak, biarlah mereka bermain dengan saudaranya. Anda akan tahu kapan mereka membutuhkan Anda. Tetapi Anda tidak bakal bisa menjadi monster semeyakinkan kakak atau adiknya. Apabila disuruh memilih bermain dengan Anda atau saudaranya, pastilah anak-anak akan memilih saudaranya. Jika bermain dengan Anda, anak Anda akan terpaksa sering-sering menjelaskan aturannya. Dan itu tidak asyik.

Jadi, jangan merasa bersalah atau bahkan merasa diabaikan jika Anda mencuci pakaian atau memperbaiki jendela sementara anak-anak Anda asyik bermain.
Akan tetapi, kadang-kadang, anak-anak (dan Anda) ingin meluangkan waktu bersama, tetapi kenyataan hidup menghalangi. Anak Anda ingin Anda bergabung dalam permainannya, atau ingin menunjukkan sesuatu kepada Anda, atau ingin Anda membantunya. Sayangnya, masih ada bertumpuk-tumpuk pekerjaan menunggu Anda selesaikan sampai mereka tidur malam. Biasanya, Anda hanya bisa berkomentar, “Hmmm… Oh, ya bagus ya sayang…” Atau ketika Anda mulai letih, “Ya, Bunda tahu kamu perlu bantuan, tapi lihat tumpukan baju yang harus Bunda setrika ini. Dan meja makan masih berantakan. Terimakasih, semua itu berkat dirimu.”

Mengenal kisah-kisah di atas? Tentu, Anda kenal. Sampai titik itu, kadang-kadang anak Anda mesti memahami bahwa ada hari-hari di mana jumlah pekerjaan orangtua sudah membludak sejak pagi. Apa yang dapat dilakukan orangtua menghadapi dilema seperti itu? Di satu sisi, Anda tahu bahwa masih ada pekerjaan yang menggunung dan jika tidak segera ditangani, maka akan makin menumpuk dan bisa-bisa satu rumah nanti tidak makan malam. Tetapi di sisi lain, anak Anda membutuhkan perhatian Anda; dan mereka tak berhenti mengganggu atau merengek sampai Anda sepenuhnya memperhatikan mereka.

Jawabannya adalah fokuslah hanya pada satu hal saja, dan kemudian pada hal lainnya. Yang mana duluan? Faktanya, Anda mesti fokus pada tugas-tugas rumah tangga terlebih dahulu, sambil menjelaskan kepada anak-anak Anda. “Kalau kamu membiarkan Bunda bekerja sampai Bunda memasukkan ayam ini ke dalam oven, nanti Bunda akan bermain denganmu selama 30 menit, dan setelah itu Bunda akan membersihkan dapur. Tetapi kalau kamu terus mengganggu Bunda, Bunda malah perlu waktu lebih lama lagi dan Bunda tak bisa bermain denganmu selama 30 menit.” 

Mengapa mesti tugas-tugas rumah tangga dulu? Mengapa tidak memperhatikan anak-anak dulu. Karena, kalau Anda memberi mereka waktu setengah jam terlebih dahulu, maka tidak ada jaminan bahwa setelah itu mereka tidak akan meminta waktu tambahan atau punya ide lain lagi. Dengan cara ini, semua orang akan beruntung, dan stres Anda akan berkurang.

Anda mungkin hebat dalam multitasking, tetapi bukan berarti Anda dapat menikmati semua hal yang Anda lakukan bersamaan itu. Jadi, tetap lakukan satu hal dengan penuh perhatian, dan baru kemudian alihkan perhatian pada kegiatan lainnya.

Anak Anda selalu membutuhkan perhatian Anda, sejak mereka masih bayi sampai nanti mereka meninggalkan rumah. Namun mereka lebih suka mendapat perhatian penuh seratus persen, daripada perhatian yang setengah-setengah. Karena itu, lebih baik berikan perhatian penuh walau belakangan daripada perhatian tanpa fokus walau sudah diberikan di depan. Tentu saja, Anda mesti menepati janji. Kalau tidak, anak-anak tidak akan pernah percaya lagi dan Anda akan terus menerus diganggu. Jadi, kalau Anda benar-benar supersibuk, jangan menjanjikan waktu yang nanti tidak dapat Anda penuhi. Kalau Anda sudah berjanji memberi mereka waktu 30 menit dan mereka benar-benar tidak mengganggu Anda, maka tepatilah janji Anda meski itu berarti Anda terlambat menyiapkan makan malam misalnya.
sumber : pendidikankarakter

Semoga Bermanfaat !!

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *