Diskusi Data
Berbagai Artikel yang harus Dibaca

PAKAIAN LUSUH DALAM LEMARI (DIARY)

PAKAIAN LUSUH DALAM LEMARI

ilustrasi
Tak menyangka sudah terlalu lama Kau bertahan di antara kasta-kasta penguasa berkalung berlian dan bertahta mahkota raja

Tubuhmu mulai renta dan menua Sendiri berdiri menunggu senja di kota tua Belas kasihan tak lagi kau harapkan Siapa yang peduli pada si tua renta?
“Anak dan cucumu pergi berfoya-foya”

Seperti pakaian lusuh dalam lemari Kau tak dianggap sama sekali Para pemuda hanya melihat saja Seakan matanya buta atau berpura-pura takut, kau dianggap seperti orang gila

Sungguh malang nasib si nenek tua
Pantang baginya mengemis di hari tua
Kakinya tak sekuat dulu di waktu muda
Namun dia tetap tak ingin mengiba 
pada mereka di atas penguasa berkalung kasta
Tak ada alasan baginya memelas manja

Biar mereka berkata apa
Walau sudah lusuh dan renta
Namun mata hatinya tak pernah buta
Teguh dalam mencari surga
Di jalan-Nya ia terus berusaha
Sampai ajal sudah menutup matanya

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *