Diskusi Data
Berbagai Artikel yang harus Dibaca

PUISI

SANG PERAWAN

Jerit perangai sang perawan
Wajahmu lugu kini tak menawan
Sayang tubuhmu hanya untuk langganan

Setiap malam duduk di pojok remang-remang
Di tengah tuan-tuan berdasi uang
Dirimu rela menari telanjang

Seragammu masih putih abu-abu
Susah payah orang tuamu
Banting tulang siang malam
Mengais rezeki di rumah orang
Rela di suruh demi anak tersayang

Sang perawan bertubuh mungil
Cantik rupawan taklagi suci
Berkurung diri di dalam kamar
Sesal di hati tiada guna lagi

Lihat kawan sudah berangkat sekolah
Berjalan kaki tak membuat mereka lelah
Beban mereka hanya menuntut ilmu
Tidak sepertimu hanya  bisa menanggung malu, punya akal tapi tak berilmu

Sang perawan kini berlari terbirit-birit
Taklihat jalan hingga jatuh di dalam parit
Lupa diri wajahmu penuh luka
Tercabik hina kautertawa karena dosa


Pecah cermin penuh darah

Urat nadi terputus tanpa salah
Sang perawan menjerit payah
Menangis pilu jiwanya  kini sudah lelah.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *