Diskusi Data
Berbagai Artikel yang harus Dibaca

Ujian Cinta Dari Gadis Berbaju Hijau

Dikisahkan oleh seorang veteran perwira Angkatan Laut, yang kini masih setia menjadi pengajar para perwira Angkatan Laut. Ia mengisahkan tentang kisah percintaan yang begitu romantis.

Semoga membuat Hari Anda bersama keluarga tercinta senantiasa diliputi oleh rasa kebahagiaan dan syukur kepada Allah SWT. dan selamat datang bulan Kemerdekaan Negara tercinta kita ‘INDONESIA’

mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, dan judul dalam penulisan ini.

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.

Lebih dari setahun yang lalu… John pernah membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat ada coretan tangan yang halus di sudut bawah halaman belakang buku tersebut.

Pemilik terdahulu buku tersebut tertulis dengan jelas alamat dan nama seorang gadis bernama Hollis Molleon, tinggal di New York dan John sendiri tinggal di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat.

Tapi beberapa bulan kemudian, … John Blanford diharuskan untuk mengikuti wajib militer dan segera dikirim ke medan perang (Vietnam).

Selama John bertugas di Vietnam, mereka tetap terus saling menyurati selama hampir lebih 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing-masing dan jalinan cinta merekapun tumbuh.

John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis “Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya ….kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya.

Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.”

Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai. “Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan mengenakan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku”, kata Nona Hollis.

Ketika itu, waktu menunjukkan pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba-tiba… jantungnya hampir copot, … dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya…. Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum mawar merah di kerahya. “O….itu Hollis!!!!”

Rambutnya sudah mulai beruban… dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang.

Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya…., “Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?”

Sang wanita tersenyum ramah dan berkata “Anak muda, …..saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat didepan anda tadi, memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan, maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda.”

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *